Femidom, kondom nya cewek

Minggu, 02 Oktober 2011

1. Sebenarnya femidom itu apa ya?
Femidom adalah istilah untuk kondom perempuan. Ada juga yang menyebutnya femindom.
2. Apa sama dengan kondom pada laki-laki?
Fungsinya sama, tetapi tentu bentuknya disesuaikan dengan anatomi organ kelamin perempuan, karena mesti dipasangkan di vagina. Fungsi femidom juga untuk mencegah kehamilan dan memproteksi dari penularan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS. Ukuran femidom lebih besar dibandingkan dengan kondom. Femidom berbentuk silinder dengan panjang 17 cm dan diameter sekitar 7 cm. Pada kedua ujungnya terdapat cincin yang terbuat dari polyuretan yang berguna untuk menghalangi cairan sperma masuk ke dalam rahim. Selain terbuat dari polyuretan, femidom juga ada yang berbahan lateks.

3. Apakah ini sebuah hal yang baru?
Sebenarnya tidak. Dalam kepentingan sebagai alat kontrasepsi, femidom sudah pernah digunakan secara luas juga sebagai pilihan alat kontrasepsi. Tetapi karena sempat dianggap kurang praktis dibandingkan pilihan yang lain pada pertempuan seperti pil KB, susuk KB, suntik KB dan spiral, akhirnya tidak diproduksi dalam jumlah besar lagi. Tetapi dalam konteks pencegahan HIV/AIDS, terutama di Indonesia, femidom adalah sebuah hal yang baru, sehingga sangat perlu disosialisasikan.
4. Kenapa baru disosialisasikan lagi ?
Serupa dengan kondom, maka femidom salah satunya juga berfungsi untuk mencegah IMS, termasuk HIV AIDS, karena fungsinya sebagai barrier dari kontak cairan kelamin dan darah saat berhubungan seksual. Nah kalau dilihat selama ini ternyata salah satu kendala dari kampanye HIV AIDS selama ini adalah tidak optimalnya pencegahan karena masih lemah dan timpangnya pengambilan keputusan dalam penggunaan kondom. Sebagian laki-laki masih enggan untuk menggunakan kondom dengan berbagai alasan. Ini tentunya sangat menghambat upaya pencegahan atau penekanan laju pertambahan kasus HIV AIDS. Dan ini sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, apalagi Indonesia sudah masuk katagori negara dengan status epidemi HIV AIDS terkonsentrasi. Karena itu sudah selayaknya femidom disosialisasikan lagi sebagai salah satu pilihan lain dan ini artinya sudah saatnya juga perempuan juga bisa berdaya, dan ikut berperan dalam upaya pencegahan HIV AIDS. Lewat femidom ini.

5. Jadi femidom ini sebagai bentuk pemberdayaan perempuan juga ?

Benar. Perempuan pun bisa ikut dalam pencegahan HIV AIDS. Dan perempuan pun bisa melindungi dirinya juga dari HIV AIDS. United Nation General Assembly Special Session on HIV/AIDS (UNGASS) melaporkan alasan utama peningkatan kasus HIV di Papua adalah tingginya angka konsumsi seks komersial di masyarakatnya. Ditambah, angka hubungan seks tanpa kondom juga tinggi. Di Papua lebih dari 43% kasus infeksi HIV terjadi pada perempuan yang bukan penjaja seks alias perempuan yang tidak berisiko tinggi. Mereka ini tertular HIV dari suami/pasangan yang suka ‘jajan’ tidak aman. Jadi perempuan juga harus bisa melindungi dirinya dengan ikut berdaya. Penggunaan femidom juga untuk “memindahkan” keputusan penggunaan kondom kepada perempuan, karena umumnya laki-laki masih banyak yang malas menggunakan kondom.

6. Bukannya femidom itu kurang praktis? Bahkan dulu sebagian perempuan juga bilang takut kalau femidom nya “tertelan”. Lalu keunggulannya di mana ?

Berbagai alat bantu yang digunakan pada tubuh kita tentunya memiliki teknik sendiri dalam penggunaannya. Apa pun itu pasti ada baik buruknya. Termasuk kenyamanan dalam pemakaian dan penggunaan. Tetapi tentunya femidom sudah dirancang sangat elastis dan mampu mengikuti kontur dari vagina, sehingga bila sudah terbiasa memakai maka perempuan tidak akan kesulitan lagi. Dan femidom telah dirancang dengan 2 ring di kedua ujungnya, sehingga aman digunakan. Dan ada yang nilai plusnya nih, berbeda dengan kondom pria yang disebutkan katanya bisa mengurangi kegairahan, femidom justru bisa meningkatkan gairah kedua pasangan pada saat melakukan hubungan seksual, karena ada busa tipis di ring sebelah dalam yang bisa menimbulkan sensai seksual yang berbeda. Femidom yang banyak diproduksi di Inggris dan India ini juga telah populer di berbagai negara seperti Brasil, Uganda, Zimbabwe dan Thailand. Kelebihan femidom lainnya adalah dapat dipasang selama lebih dari 8 jam sebelum melakukan hubungan seks. Dengan demikian sejak fase foreplay hingga penetrasi tak akan terjadi interupsi ‘memasang kondom’ yang akan membuat hubungan seksual sedikit terganggu.
7. Nah, yang tadi kan fungsi serta keunggulan femidom, lalu kira-kira apa saja kelemahan atau kendala yang mungkin dijumpai untuk femidom ini?
Pemakaian femidom memang lebih rumit dibandingkan dengan kondom laki-laki yang lebih praktis. Untuk pemakaiannya, salah satu cincin bagian dalam dimasukkan ke dalam vagina dan ditempelkan ke mulut rahim, sementara sisi lainnya menahan posisi kondom di mulut vagina.
Juga keberadaannya yang masih jarang dan juga harganya yang lebih mahal dibandingkan kondom laki-laki. Jika kondom laki-laki dijual berkisar Rp 1.500, maka femidom dijual mulai dari Rp15.000 perbungkusnya (satu bungkus isi 3). Selain itu, pemakai femidom pun tak bisa bebas melakukan hubungan dengan beragam gaya. Agar cairan sperma tidak tumpah, maka sebaiknya hubungan dilakukan dengan menggunakan gaya missionaries [konvensional], dan hindari posisi woman on top. Penggunaan femidom pun disarankan agar tidak dipakai berbarengan dengan kondom laki-laki..
8. Kapan femidom ini akan mulai disosialisasikan, dan apa sudah beredar?
Sudah. Sudah ada di beberapa apotik. Dan sebenarnya Komisi Penanggulangan AIDS dan DKT, sebuah LSM Internasional di bidang sosialisasi kontrasepsi, sudah melakukan survei uji coba femidom di beberapa daerah di Indonesia. yakni, Semarang, Jatinegara Jakarta, dan Papua. Derah itu dipilih, karena kasus HIV dan IMS nya cukup tinggi. Survei ini telah selesai dilakukan di akhir November 2006. Awal tahun 2007 femidom telah dilaunching dan sekarang masih terus disosialisaikan.
(edisi talkshow SAFE ke-13 di BaliFM)

0 komentar:

Posting Komentar